PKS Sebut Tepilihnya Moeldoko Sebagai Ketum Jalur KLB Telah Langgar UU Parpol

PKS Sebut Tepilihnya Moeldoko Sebagai Ketum Jalur KLB Telah Langgar UU Parpol

By Kadin Jabar | 8 Maret, 2021 16:25 | Berita Kadin

JAKARTA INSPIRA,- Politisi Partai Keadilan Sosial (PKS), Mardani Ali Sera, meminta agar pemerintah bersikap adil dalam menyelesaikan masalah yang terjadi dalam internal Partai Demokrat.

“Pemerintah harus berlaku adil, betul-betul jangan pakai pendekatan kekuasaan,” cuitnya seperti yang dilansir dari akun Twitter @MardaniAliSera, Minggu (7/3/2021) kemarin.

Mardani menyebut kalau Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar pada hari Jumat 5 Maret 2021 kemarin sebagai pelanggaran terhadap UU Partai.

“KLB tersebut beserta hasilnya telah melanggar kaidah UU Partai Politik dan menyalahi AD/ART parpol,” tuturnya.

Selain itu, Mardani juga mengatakan pelaksaan KLB dan terpilihnya Moeldoko sebagai Ketum adalah pelecehan hukum.

“Jelas melanggar etika dengan menjungkirbalikan peraturan partai, ‘pelecehan hukum’,” kata Mardani tegas.

Praktik demokrasi yang terjadi pada sebagian kader Partai Demokrat yang melaksanakan KLB disebut buruk.

“Ini praktik buruk bagi demokrasi, karena membangun partai politik itu pekerjaan super berat tapi dengan mudahnya berpindah kepengurusan, jadi ada dua kepengurusan,” kata Mardani.

Dia pun menyebutkan UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik telah dilecehkan.

“Bentuk pelecehan hukum karena UU Partai Politik sudah mengatur sedemikian rupa,” tutur politisi PKS tersebut.

Sebagaimana diketahui, Moeldoko merupakan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) yang saat ini masih aktif menjabat. Mantan Panglima TNI Presiden Susoli Bambang Yudhoyono itu menjadi bahan perbincangan ketika terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Dia menjadi Ketum Partai Demokrat periode 2021-2025 setelah diumumkan hasil voting oleh Jhoni Allen sebagai Pimpinan Sidang KLB. (MSN)

You can share this post

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijak dan bertanggung jawab, Komentar menjadi tanggung jawab komentator sepenuhnya seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada yang berkomentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar